07:26
Sub05:32
Dzu12:57
Ash15:51
Mag18:25
Isy20:07
1j 16m 41d
17:08:19
SEBAGAI ORANGTUA, JANGAN MEMBUKA PINTU DURHAKA UNTUK ANAK - KHALID BASALAMAH
Ceramah
8 October 2026

SEBAGAI ORANGTUA, JANGAN MEMBUKA PINTU DURHAKA UNTUK ANAK - KHALID BASALAMAH

Orang tua memiliki peran krusial dalam mendidik anak agar terhindar dari perilaku durhaka melalui keteladanan dan pembiasaan sikap syukur. Kesalahan dalam bersikap, seperti tidak menepati janji, dapat menjadi celah bagi anak untuk melanggar adab kepada orang tua.

Pendidikan anak dalam Islam merupakan amanah besar yang menuntut kebijaksanaan dan kesabaran orang tua. Sebagai pendidik utama, orang tua tidak hanya bertugas memberikan nafkah lahiriah, tetapi juga harus membentuk karakter anak sesuai dengan tuntunan syariat. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dengan seksama adalah bagaimana orang tua menjaga wibawa dan akhlak anak agar mereka tidak terjerumus ke dalam kedurhakaan. Tanpa disadari, perilaku atau ucapan orang tua yang kurang tepat dapat menjadi pintu masuk bagi anak untuk bersikap kurang hormat, membantah, atau bahkan meremehkan hak-hak orang tuanya. ## Pentingnya Menepati Janji kepada Anak Seringkali orang tua menganggap remeh janji yang diucapkan kepada anak-anaknya. Padahal, ketika orang tua melalaikan janji tersebut, anak dapat merasa kecewa dan kehilangan rasa hormat. Kondisi ini dapat memicu anak untuk berani memprotes atau menegur orang tua dengan cara yang tidak sepatutnya. Dalam Islam, menepati janji adalah bagian dari akhlak mulia dan kejujuran yang harus diajarkan. Jika orang tua terbiasa ingkar, anak akan meniru perilaku tersebut dan kehilangan rasa takut serta segan kepada orang tua, yang pada akhirnya akan membuka pintu kedurhakaan. ## Menjaga Kehormatan dan Adab Sesuai Firman Allah Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan orang tua. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS Al-Isra ayat 23, yang memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan melarang keras sekadar mengatakan 'ah' atau membentak mereka. Kewajiban ini merupakan bagian dari hak Allah setelah tauhid. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi teladan dengan selalu bertutur kata yang baik dan lemah lembut. Ketika orang tua mampu menempatkan diri dan menunjukkan kasih sayang yang berlandaskan syariat, anak akan terdidik untuk membalas dengan rasa hormat dan ketaatan yang tulus. ## Membangun Mentalitas Bersyukur sejak Dini Pendidikan karakter yang kokoh perlu dimulai dari kebiasaan kecil di rumah, salah satunya adalah menumbuhkan rasa syukur. Ajarkanlah anak untuk memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah, seperti membaca basmalah sebelum makan, serta menyadari bahwa setiap rezeki yang diterima berasal dari Allah. Dengan membiasakan anak untuk merasa cukup dan bersyukur, mereka tidak akan mudah menuntut atau marah ketika keinginan mereka tidak terpenuhi. Mentalitas bersyukur ini akan membentuk anak menjadi pribadi yang qanaah dan menghargai usaha orang tuanya, sehingga mereka akan tumbuh menjadi anak yang berbakti dan menjauhi perbuatan yang menyakiti hati orang tua. Sebagai kesimpulan, mendidik anak adalah cerminan dari kesalehan orang tua itu sendiri. Mari kita senantiasa mawas diri, menjaga lisan, dan menepati janji sebagai bentuk pendidikan nyata bagi buah hati kita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan petunjuk kepada kita untuk menjadi orang tua yang mampu mencetak generasi yang shalih, berbakti kepada orang tua, serta selalu berada dalam lindungan-Nya. Amin.

ﷲ
CintaIslam.com

Portal Dakwah — Menyebarkan ilmu yang bermanfaat berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih.

Kontak

Email: info@cintaislam.com
WhatsApp: +62 812-1712-3388

© 2026 CintaIslam.com