
Ceramah
8 October 2026BANYAK SUAMI LALAI DENGAN AMANAHNYA | Ustadz Syafiq Riza Basalamah
Artikel ini membahas tentang pentingnya peran suami dalam memimpin rumah tangga sebagai amanah besar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pembahasan difokuskan pada tanggung jawab suami untuk menjaga istri dan anak-anak dari api neraka dengan membekali mereka ilmu agama dan bimbingan yang benar.
Pernikahan dalam Islam bukan sekadar penyatuan dua insan dalam ikatan formal, melainkan sebuah amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seringkali, seorang suami terjebak dalam kesibukan mencari nafkah duniawi hingga melupakan tanggung jawab utamanya sebagai pemimpin atau imam bagi keluarga. Padahal, posisi suami sebagai kepala rumah tangga adalah kedudukan yang mulia sekaligus berat yang memerlukan kesadaran mendalam akan hak dan kewajiban yang telah digariskan oleh syariat. ## Kewajiban Menjaga Keluarga dari Api Neraka Tugas utama seorang suami bukan hanya memenuhi kebutuhan makan, minum, dan tempat tinggal bagi keluarganya. Tanggung jawab yang paling mendasar adalah melindungi istri dan anak-anak dari ancaman api neraka. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah At-Tahrim ayat 6, yang memerintahkan orang-orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Menjaga keluarga di sini berarti memastikan mereka menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, serta memberikan pendidikan agama yang cukup agar mereka tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan yang menjauhkan mereka dari surga-Nya. ## Menjadi Teladan dalam Ketaatan Seorang suami yang baik adalah ia yang memberikan contoh nyata dalam ketaatan kepada Allah. Istri dan anak-anak akan senantiasa memperhatikan perilaku kepala keluarga mereka. Ketika seorang suami mengajak keluarganya untuk shalat berjamaah, berakhlak mulia, dan menjaga lisan, namun ia sendiri mengabaikan hal-hal tersebut, maka nasihatnya akan kehilangan pengaruh. Kepemimpinan dalam rumah tangga dibangun di atas dasar keteladanan, di mana suami menjadi poros kebaikan yang menuntun anggota keluarganya menuju jalan yang diridhai Allah dengan perilaku yang konsisten sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. ## Mengelola Amanah dengan Rasa Takut kepada Allah Kelalaian suami dalam mendidik keluarga sering kali disebabkan oleh kurangnya rasa takut kepada Allah terkait tanggung jawab kepemimpinannya. Setiap suami akan ditanya tentang anggota keluarganya di hari kiamat. Oleh karena itu, suami harus meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan istri dan anak, menanyakan kondisi agama mereka, dan membimbing mereka dengan penuh kelembutan namun tetap tegas dalam hal kebenaran. Menjadi imam yang baik berarti tidak membiarkan istri dan anak berjalan tanpa arah dalam urusan akhirat, melainkan membimbing mereka agar tetap berada di atas jalan yang lurus sesuai dengan tuntunan manhaj salaf. Sebagai kesimpulan, menjadi suami adalah sebuah amanah agung yang menuntut kesabaran, ilmu, dan ketaqwaan. Jangan sampai kesibukan duniawi melalaikan tugas utama sebagai pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab atas keselamatan akhirat keluarga. Semoga Allah senantiasa membimbing para suami untuk menjadi imam yang amanah dan penyayang, sehingga tercipta rumah tangga yang penuh dengan keberkahan serta kebahagiaan yang berujung pada kebersamaan di surga-Nya kelak.
Sumber: Shofwah TV
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=rjBv8HmvfjY