
Ceramah
9 October 2026Lebih Besar Hak Asuh Wanita
Hak asuh anak (hadhanah) dalam Islam lebih diutamakan kepada ibu karena fitrah kasih sayang dan kesabaran yang Allah berikan. Meski demikian, pengasuhan adalah amanah bersama yang menuntut kerja sama orang tua demi kemaslahatan dan masa depan anak.
Dalam syariat Islam, masalah pengasuhan anak atau yang dikenal dengan istilah hadhanah menempati posisi yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan masa depan generasi penerus. Islam memandang bahwa anak bukan sekadar pelengkap keluarga, melainkan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, penetapan hak asuh harus berpijak pada prinsip keadilan dan maslahat anak, bukan sekadar memuaskan ego orang tua yang mungkin sedang berselisih. ## Keutamaan Ibu dalam Hadhanah Allah SWT telah menganugerahkan wanita dengan fitrah keibuan yang unik, berupa kelembutan, ketulusan kasih sayang, serta kesabaran yang luar biasa dalam mendampingi fase tumbuh kembang anak. Dalam pandangan fikih, ibu dinilai lebih utama dalam mengasuh anak terutama di usia dini, karena naluri seorang ibu sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan emosional bagi buah hati. Kedekatan fisik dan emosional yang telah terjalin sejak masa kehamilan hingga penyusuan menjadikan ibu sebagai sosok yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan dasar anak di masa-masa awal kehidupannya. ## Hak Asuh adalah Amanah Bukan Perebutan Kekuasaan Seringkali dalam konflik rumah tangga, hak asuh anak dijadikan senjata untuk saling menjatuhkan atau melampiaskan dendam. Hal ini sangat dilarang dalam Islam. Islam menekankan bahwa mengasuh anak adalah sebuah amanah agung, bukan ajang untuk memenangkan perselisihan. Ketika terjadi perpisahan antara suami dan istri, keduanya wajib menahan diri dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Seorang ibu yang mendapatkan hak asuh harus menjamin pendidikan dan lingkungan yang baik bagi anak, sementara sang ayah tetap memiliki kewajiban untuk menanggung nafkah serta memberikan perhatian dan pendidikan moral yang cukup. Perpisahan orang tua tidak boleh menyebabkan terputusnya kasih sayang dan bimbingan dari salah satu pihak. ## Tanggung Jawab Ayah dalam Pendidikan Anak Meskipun ibu memiliki keutamaan dalam pengasuhan harian, peran seorang ayah tidak boleh dikesampingkan. Ayah adalah penanggung jawab utama (qawwam) dalam keluarga yang memikul beban besar di hadapan Allah dalam memastikan anak mendapatkan pendidikan agama yang lurus dan akhlak yang mulia. Ketiadaan sosok ayah dalam pengasuhan, meski secara administratif anak berada di bawah asuhan ibu, dapat memberikan dampak kurang baik bagi pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik antara ayah dan ibu tetap harus terjaga demi memastikan anak tetap mendapatkan bimbingan dari keduanya, terlepas dari status pernikahan mereka. Sebagai kesimpulan, hadhanah dalam Islam harus dijalankan dengan niat ikhlas demi menjaga amanah Allah. Orang tua hendaknya bersikap bijaksana, tidak menjadikan anak sebagai korban ego pribadi, dan tetap menjalankan kewajiban mendidik anak dengan kasih sayang serta ilmu. Semoga Allah memudahkan setiap orang tua dalam menjalankan tugas mulia ini dan menjadikan anak-anak kita generasi yang shalih dan shalihah.
Sumber: Syafiq Riza Basalamah Official
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/shorts/r-wF9v7e6dE