07:14
Sub05:37
Dzu12:56
Ash16:05
Mag18:35
Isy20:02
24m 48d
15:40:12
Dunia Ibarat Air - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M..
Ceramah
9 October 2026

Dunia Ibarat Air - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M..

Artikel ini membahas hakikat dunia yang diibaratkan seperti air, yang memiliki sifat tidak kekal, menipu, dan fana. Penulis mengajak pembaca untuk tidak tertipu oleh gemerlap dunia dan lebih mengutamakan bekal akhirat sesuai dengan manhaj salaf.

Dunia sering kali digambarkan dalam berbagai perumpamaan untuk menyadarkan manusia akan hakikatnya yang sementara. Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui lisan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan perumpamaan bahwa dunia ini layaknya air. Pemahaman yang benar mengenai hakikat dunia adalah kunci agar seorang Muslim tidak tersesat dalam mengejar ambisi yang hanya berujung pada keletihan tanpa pahala. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, menyikapi dunia dengan proporsional adalah ciri mukmin yang cerdas. ## Dunia Ibarat Air yang Mengalir. Air memiliki sifat yang tidak pernah menetap, ia selalu mengalir dan akan habis pada akhirnya. Demikian pula dunia; nikmat yang dirasakan hari ini tidak akan menetap selamanya. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Kahfi ayat 45, Allah mengumpamakan kehidupan dunia seperti air hujan yang diturunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman di bumi dengan subur, namun kemudian tanaman itu menjadi kering dan diterbangkan oleh angin. Hal ini memberikan pelajaran bahwa segala harta, kedudukan, dan kesenangan duniawi hanyalah titipan yang akan segera sirna. ## Bahaya Menjadikan Dunia sebagai Tujuan Utama. Banyak orang yang terjerumus dalam kehancuran karena menjadikan dunia sebagai orientasi tertinggi dalam hidupnya. Ketika seseorang terlalu mencintai dunia, ia akan lalai dari perintah Allah dan sibuk mengumpulkan kekayaan tanpa memikirkan bekal akhirat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan bahwa dunia itu manis dan hijau, dan Allah akan menguji bagaimana manusia bertindak di dalamnya. Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai satu-satunya tujuannya, maka ia akan senantiasa merasa kurang, hatinya tidak pernah tenang, dan ia terancam kehilangan kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak. ## Mengelola Dunia untuk Akhirat. Seorang Muslim tidak dilarang untuk mencari harta atau memiliki posisi yang baik, namun ia dilarang menjadikan hal tersebut sebagai tujuan akhir. Dunia harus ditempatkan di tangan, bukan di dalam hati. Artinya, gunakanlah sarana duniawi sebagai ladang untuk menanam kebaikan. Manfaatkan kekayaan untuk bersedekah, gunakan kesehatan untuk beribadah, dan gunakan waktu untuk menuntut ilmu syar'i. Dengan cara pandang ini, dunia tidak lagi menjadi racun yang membinasakan, melainkan jembatan emas menuju rida Allah Ta'ala. Kesimpulannya, dunia hanyalah persinggahan sementara yang penuh dengan tipu daya bagi mereka yang lalai. Hendaknya kita bersikap zuhud, bukan berarti tidak memiliki apa-apa, melainkan tidak membiarkan dunia menguasai hati kita. Jadikanlah setiap hembusan napas dan langkah kaki di dunia ini sebagai upaya untuk memperbanyak bekal akhirat, sehingga ketika ajal menjemput, kita telah siap untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam keadaan sebaik-baiknya.

ﷲ
CintaIslam.com

Portal Dakwah — Menyebarkan ilmu yang bermanfaat berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih.

Kontak

Email: info@cintaislam.com
WhatsApp: +62 812-1712-3388

© 2026 CintaIslam.com