
Ceramah
11 October 2026Bersama 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗔𝗚𝗔 Keamanan 𝗡𝗘𝗚𝗘𝗥𝗜 - Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily
Menjaga keamanan negeri merupakan kewajiban setiap Muslim sebagai bentuk perwujudan ketaatan kepada pemimpin dalam kebaikan serta menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat. Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily menekankan pentingnya peran pemuda dan seluruh elemen masyarakat dalam membentengi diri dari paham radikalisme guna mencapai kedamaian bangsa.
Keamanan dan stabilitas sebuah negeri merupakan nikmat besar yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga kewajiban menjaganya menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab setiap Muslim. Di tengah ancaman pemikiran menyimpang dan radikalisme yang dapat memecah belah keutuhan umat, setiap individu memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif demi kemaslahatan bersama. Melalui pemahaman yang lurus sesuai manhaj Salaf, umat Islam didorong untuk senantiasa mengedepankan persatuan dan ketaatan kepada pemimpin dalam koridor ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. ## Urgensi Keamanan bagi Kehidupan Beragama. Keamanan bukanlah sekadar urusan duniawi semata, melainkan fondasi utama agar ibadah dapat ditegakkan dengan tenang dan syiar Islam dapat terus berjalan. Tanpa keamanan, segala bentuk aktivitas kehidupan akan terganggu, termasuk proses pendidikan, dakwah, dan pembangunan ekonomi umat. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga keselamatan jiwa, harta, dan kehormatan, yang hanya bisa terwujud jika stabilitas negeri tetap terjaga. Oleh karena itu, seorang Muslim yang berakal akan menyadari bahwa kedamaian negeri adalah prasyarat utama terciptanya masyarakat yang taat beragama secara sempurna. ## Peran Strategis Pemimpin dan Rakyat dalam Stabilitas. Menjaga keamanan negeri erat kaitannya dengan prinsip ketaatan kepada pemimpin selama tidak diperintahkan kepada kemaksiatan. Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily mengingatkan bahwa sikap mendengar dan taat kepada penguasa dalam perkara yang baik merupakan manhaj yang menjaga umat dari kekacauan atau fitnah. Sebaliknya, menyebarkan hasutan, kebencian, atau ajakan kepada pemberontakan justru akan mengundang kerusakan dan kehancuran. Tanggung jawab untuk mewujudkan stabilitas ini dipikul bersama, mulai dari pendidik yang menanamkan akidah yang benar, penceramah yang menyerukan kedamaian, hingga pemuda yang membentengi diri dari doktrin-doktrin radikal yang memicu terorisme. ## Menangkal Radikalisme dengan Ilmu dan Akhlak. Ancaman radikalisme sering kali menyusup melalui pemahaman yang keliru terhadap teks-teks syariat atau emosi yang tidak terarah. Langkah nyata untuk menangkalnya adalah dengan membekali diri dengan ilmu syar'i yang mumpuni dari para ulama yang terpercaya. Pemuda Islam harus cerdas dalam bersikap, tidak mudah terhasut oleh retorika yang menjanjikan perubahan melalui jalan kekerasan, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip Islam yang rahmatan lil 'alamin. Akhlak mulia, kesabaran dalam menghadapi ujian, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan masalah adalah ciri khas Muslim sejati yang mencintai kedamaian negerinya. Sebagai kesimpulan, menjaga keamanan negeri adalah bentuk nyata dari kecintaan terhadap Islam dan tanah air. Kita semua dipanggil untuk berperan aktif dalam merawat persatuan, menaati aturan yang maslahat, dan menjauhkan diri dari segala bentuk pemikiran yang dapat memicu perpecahan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga negeri kita dari berbagai fitnah, memberikan taufik kepada pemimpin untuk bersikap adil, dan menjadikan kaum Muslimin sebagai pelopor kebaikan dan kedamaian di muka bumi.
Sumber: ShahihFiqih
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=fzSMhcU-jt4