
Ceramah
11 October 2026Majelis Khusus Buat Orang Kaya, Boleh Nggak Sih? - Ustadz Fatahillah Aly, S.Ag.
Artikel ini membahas mengenai hukum dan etika mengadakan majelis ilmu yang dikhususkan bagi golongan tertentu, seperti orang kaya. Pembahasan menekankan pada pentingnya menjaga keikhlasan serta menghindari sikap eksklusif yang dapat memecah belah persaudaraan sesama Muslim.
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kesetaraan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di antara perkara yang sering muncul dalam masyarakat adalah pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya mengadakan majelis ilmu atau acara keagamaan yang secara khusus ditujukan bagi kalangan tertentu, misalnya khusus untuk orang-orang kaya atau para pengusaha. Fenomena ini perlu disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam dakwah dan persaudaraan sesama kaum Muslimin. ## Prinsip Dasar Majelis Ilmu dalam Islam Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu tanpa memandang kasta atau kekayaan. Pada dasarnya, majelis ilmu adalah taman surga di dunia yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari keridaan Allah. Mengkhususkan majelis hanya untuk kalangan tertentu memang bukan sesuatu yang haram secara mutlak jika tujuannya adalah efisiensi atau relevansi materi tertentu, namun hal ini menjadi bermasalah apabila didasari oleh kesombongan, rasa ingin dipuji, atau sikap membeda-bedakan manusia berdasarkan materi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam dakwahnya merangkul semua kalangan, baik orang kaya maupun miskin, tanpa membeda-bedakan kedudukan duniawi mereka. ## Bahaya Sikap Eksklusif dan Sombong Salah satu kekhawatiran terbesar dalam membuat majelis yang terbatas adalah tumbuhnya penyakit hati. Jika penyelenggara atau peserta merasa lebih mulia karena kelompoknya hanya terdiri dari orang-orang kaya, maka ini adalah bentuk kesombongan yang sangat dibenci dalam Islam. Allah menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi-Nya bukanlah berdasarkan harta benda, melainkan berdasarkan ketakwaan. Membuat batasan yang sengaja meminggirkan orang-orang miskin atau masyarakat umum dari majelis ilmu dapat menanamkan benih perpecahan dan merusak ukhuwah Islamiyah. Dakwah yang eksklusif justru berpotensi menjauhkan hati masyarakat dan menimbulkan persepsi bahwa agama hanya milik segelintir orang yang mapan secara ekonomi. ## Keutamaan Menggabungkan Berbagai Kalangan dalam Majelis Sebaik-baik majelis adalah yang di dalamnya terdapat keberagaman umat, di mana si kaya dan si miskin duduk bersama untuk mempelajari ayat-ayat Allah. Hal ini akan melatih sifat tawadhu bagi orang kaya dan menghapus rasa rendah diri bagi orang yang kurang mampu. Ketika ilmu diajarkan secara merata, syiar Islam akan lebih kuat dan persaudaraan akan semakin erat. Jika pun ada kebutuhan untuk menyelenggarakan pertemuan dengan topik spesifik yang memang hanya relevan bagi kalangan tertentu, hendaknya tetap dilakukan dengan hati yang bersih, tanpa ada niat untuk mengagungkan golongan sendiri atau merendahkan orang lain. Kesimpulannya, majelis ilmu adalah sarana penyucian jiwa dan peningkatan iman yang semestinya bersifat inklusif. Hendaknya kita senantiasa menjaga niat dalam setiap aktivitas dakwah agar tetap murni demi mengharap rida Allah Subhanahu wa Ta'ala. Janganlah harta duniawi menjadi pemisah di antara kaum beriman, sebab di hadapan Allah, derajat manusia hanya ditentukan oleh ketakwaannya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk selalu merendahkan hati dan menyatukan langkah dalam ketaatan.
Sumber: Surabaya Mengaji
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=iMMON47uhgw