
Ceramah
28 October 2026Tamparan Keras Buat Kita yang Suka Bilang "Gak Ada Waktu" - Ustadz Abdurrahman Al-Amiry
Artikel ini membahas teguran keras bagi seorang Muslim yang sering beralasan tidak memiliki waktu untuk beribadah atau menuntut ilmu. Padahal, waktu adalah nikmat Allah yang sangat terbatas dan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Seringkali kita mendengar seseorang berkata bahwa ia tidak memiliki waktu untuk menghadiri majelis ilmu, membaca Al-Qur'an, atau melakukan ketaatan lainnya. Ucapan 'tidak ada waktu' ini sebenarnya merupakan bentuk kelalaian terhadap nikmat yang sangat berharga. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan waktu yang sama kepada setiap manusia, namun keberkahan waktu tersebut sangat bergantung pada bagaimana kita menggunakannya untuk ketaatan. ## Pentingnya Memanfaatkan Waktu dalam Islam Waktu adalah modal utama seorang hamba untuk meraih keridaan Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah bersumpah demi masa dalam Al-Qur'an untuk menunjukkan betapa krusialnya waktu bagi kehidupan manusia. Allah berfirman: ARAB: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ LATIN: Wal 'ashr. Innal insaana lafii khusr. Illalladziina aamanuu wa 'amilush shaalihaati wa tawaashau bil haqqi wa tawaashau bish shabr. ARTI: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. SUMBER: QS. Al-'Ashr: 1-3 ## Mengapa Kita Sering Merasa Tidak Ada Waktu? Perasaan tidak memiliki waktu seringkali muncul karena kita tidak mampu memprioritaskan hal-hal yang mendatangkan pahala. Kita sering menghabiskan waktu untuk urusan duniawi yang tidak ada habisnya, sementara untuk urusan akhirat kita merasa sangat sibuk. Padahal, jika seseorang benar-benar menginginkan kebaikan, Allah akan memudahkan jalannya. Alasan 'tidak ada waktu' hanyalah bentuk dari kurangnya rasa syukur dan lemahnya iman dalam memandang hakikat kehidupan dunia yang sementara. Kita harus menyadari bahwa setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali, dan setiap waktu yang kita miliki akan dipertanyakan oleh Allah. ## Cara Mengamalkan Manajemen Waktu yang Baik Untuk memperbaiki diri, kita harus mulai mendisiplinkan waktu dengan menjadikan ibadah sebagai prioritas utama. Jangan biarkan waktu luang terbuang sia-sia untuk hal yang tidak bermanfaat. Mulailah dengan mengatur jadwal harian, memastikan salat lima waktu dikerjakan tepat pada waktunya, dan menyisihkan waktu khusus untuk mempelajari agama. Jika kita mampu mengatur waktu untuk urusan dunia, maka seharusnya kita jauh lebih mampu mengatur waktu untuk urusan akhirat yang kekal. Kesimpulannya, janganlah kita menjadi orang yang merugi karena menyia-nyiakan waktu. Ingatlah bahwa setiap nafas dan waktu yang kita miliki adalah titipan Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Berhentilah beralasan dan mulailah beramal sebelum ajal menjemput, karena waktu tidak akan menunggu kesiapan kita.
Sumber: Surabaya Mengaji
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=wZv1YK96C3w