07:05
Sub05:30
Dzu12:31
Ash15:30
Mag17:54
Isy19:19
7j 50m 56d
21:39:04
Live: Ustadz Dr. Firanda Andirja | Yaumul Hisab ( Hari Perhitungan )
Ceramah
29 October 2026

Live: Ustadz Dr. Firanda Andirja | Yaumul Hisab ( Hari Perhitungan )

Yaumul Hisab adalah hari perhitungan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia yang pasti akan terjadi sebagai bagian dari rukun iman kepada hari akhir. Setiap hamba akan mempertanggungjawabkan seluruh amalannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan seadil-adilnya.

Yaumul Hisab merupakan salah satu fase krusial dalam rangkaian peristiwa hari akhir yang wajib diimani oleh setiap Muslim. Setelah manusia dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di Padang Mahsyar, mereka akan dihadapkan pada hari perhitungan, di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memperlihatkan dan menghitung seluruh amal perbuatan yang telah dilakukan selama di dunia, baik yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari catatan Allah, dan setiap hamba akan menerima balasan yang setimpal atas apa yang telah ia kerjakan.

Dalil Tentang Yaumul Hisab

Di antara dalil yang menunjukkan pentingnya mengimani hari perhitungan ini adalah doa Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang diabadikan dalam Al-Qur'an:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbanaghfirlii wa liwaalidayya wa lilmu'miniina yauma yaquumul hisaab

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).

QS. Ibrahim: 41

Kandungan dan Pelajaran dari Doa

Doa Nabi Ibrahim 'alaihis salam ini mengajarkan kepada kita tentang urgensi mempersiapkan diri menghadapi hari perhitungan. Nabi Ibrahim, seorang kekasih Allah (Khalilullah), tetap memohon ampunan kepada Allah untuk dirinya, kedua orang tuanya, dan seluruh kaum mukminin secara khusus pada hari kiamat. Hal ini menunjukkan bahwa hari tersebut adalah hari yang sangat berat dan menakutkan, di mana setiap orang sangat membutuhkan rahmat dan ampunan Allah agar selamat dari hisab yang sulit. Pelajaran penting lainnya adalah pentingnya mendoakan kebaikan bagi sesama mukmin, terutama orang tua, agar kita semua mendapatkan perlindungan Allah di hari yang tidak ada lagi pertolongan selain dari-Nya.

Cara Mengamalkan Keimanan kepada Yaumul Hisab

Cara mengamalkan keimanan ini adalah dengan senantiasa menghadirkan rasa takut dan harap kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan. Seseorang yang meyakini bahwa setiap perbuatannya akan dihisab akan lebih berhati-hati dalam bertindak, menjauhi kemaksiatan, dan bersegera dalam melakukan ketaatan. Ia akan menyadari bahwa meskipun ia bisa menyembunyikan dosa dari pandangan manusia, ia tidak akan pernah bisa menyembunyikannya dari Allah. Selain itu, seorang mukmin hendaknya memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah, sebagaimana dicontohkan oleh para Nabi, agar dosa-dosanya dihapuskan sebelum ia menghadap Allah di hari perhitungan nanti.

Sebagai kesimpulan, Yaumul Hisab adalah kenyataan yang pasti akan dihadapi oleh setiap manusia. Keimanan yang benar terhadap hari ini seharusnya membuahkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, yakni dengan meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allah agar dimudahkan dalam proses hisab, diberikan catatan amal dari arah kanan, dan dimasukkan ke dalam surga-Nya dengan rahmat-Nya.

ﷲ
CintaIslam.com

Portal Dakwah — Menyebarkan ilmu yang bermanfaat berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih.

Kontak

Email: info@cintaislam.com
WhatsApp: +62 812-1712-3388

© 2026 CintaIslam.com