
Ceramah
29 October 2026Kajian Tematik - Ustadz Budi Santoso, Lc., M.Pd.
Video ini membahas pentingnya bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai bentuk ketaatan seorang hamba. Ustadz Budi Santoso menekankan bahwa kesadaran akan nikmat Allah harus diiringi dengan pengakuan hati, ucapan lisan, dan penggunaan nikmat tersebut dalam ketaatan.
Dalam kajian tematik yang disampaikan oleh Ustadz Budi Santoso, Lc., M.Pd. di Masjid Darul Hijrah, beliau menguraikan tentang urgensi rasa syukur dalam kehidupan seorang Muslim. Bersyukur bukan sekadar ucapan lisan, melainkan sebuah manifestasi iman yang mendalam terhadap segala pemberian Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seorang hamba yang beriman menyadari bahwa setiap detik napas, kesehatan, dan harta yang ia miliki adalah karunia yang wajib disyukuri agar nikmat tersebut senantiasa terjaga dan diberkahi oleh Allah.
رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَمْتَ عَلَيَّ
Rabbi auzi'nii an asykura ni'matakallatii an'amta 'alayya
Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.
QS. An-Naml: 19
Hakikat Bersyukur kepada Allah
Bersyukur adalah bentuk pengakuan seorang hamba bahwa segala kebaikan yang ia terima berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, bukan karena kecerdasan atau usaha semata. Ustadz Budi Santoso menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga rukun utama. Pertama, syukur dengan hati, yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala nikmat datangnya dari Allah. Kedua, syukur dengan lisan, yaitu memuji Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah. Ketiga, syukur dengan anggota badan, yaitu menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Jika seseorang menggunakan nikmat penglihatan untuk membaca Al-Qur'an atau nikmat harta untuk bersedekah, maka ia telah menunaikan syukur yang sebenarnya.
Cara Mengamalkan Syukur dalam Keseharian
Untuk mengamalkan rasa syukur, seorang Muslim perlu membiasakan diri melihat orang yang berada di bawahnya dalam urusan dunia, namun melihat orang yang lebih baik dalam urusan akhirat. Hal ini akan menghindarkan seseorang dari sifat kufur nikmat dan rasa tidak puas yang berlebihan. Ustadz Budi Santoso menekankan pentingnya memohon pertolongan kepada Allah agar diberikan kemampuan untuk bersyukur, sebagaimana doa Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Dengan memohon ilham atau kekuatan dari Allah, seorang hamba akan dimudahkan untuk melihat sisi positif dari setiap ketetapan Allah, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
Sebagai kesimpulan, syukur adalah kunci penambah nikmat dan pelindung dari azab Allah. Hendaknya kita senantiasa menjaga lisan dan perbuatan agar selalu selaras dengan rasa syukur tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan istiqomah dalam ketaatan hingga akhir hayat.
Sumber: Surabaya Mengaji
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=pOx7oYNmtbs