![[LIVE] Ustaz Abu Haidar As-Sundawy | Al-Qaulul Farid Fawaid 'ala Kitabit Tauhid](https://i.ytimg.com/vi/kn7hp8LTetk/maxresdefault.jpg?v=6ae42d72)
Ceramah
30 October 2026[LIVE] Ustaz Abu Haidar As-Sundawy | Al-Qaulul Farid Fawaid 'ala Kitabit Tauhid
Kajian ini membahas faedah-faedah penting yang terkandung dalam Kitab Tauhid, sebuah karya monumental yang menjelaskan hakikat tauhid dan bahaya kesyirikan. Ustadz Abu Haidar As-Sundawy menguraikan poin-poin krusial agar setiap Muslim dapat memahami dan mengamalkan tauhid dengan benar sesuai manhaj Salaf.
Pentingnya Mempelajari Tauhid
Tauhid adalah pondasi utama dalam agama Islam dan merupakan inti dari dakwah para Rasul. Mempelajari Kitab Tauhid sangatlah krusial bagi setiap Muslim untuk menjaga kemurnian ibadah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan yang dapat membatalkan keislaman seseorang. Dalam kajian ini, Ustadz Abu Haidar As-Sundawy menekankan bahwa pemahaman yang benar terhadap tauhid akan membimbing seorang hamba menuju jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
Kandungan dan Pelajaran dari Kitab Tauhid
Kitab Tauhid yang disusun oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memuat dalil-dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menjelaskan kewajiban mengesakan Allah dalam ibadah. Pelajaran utama yang dapat dipetik adalah bahwa tauhid bukan sekadar pengakuan akan keberadaan Allah, melainkan perwujudan nyata dalam bentuk ketaatan, doa, rasa takut, dan pengharapan yang hanya ditujukan kepada Allah semata. Setiap bentuk ibadah yang dipalingkan kepada selain Allah, baik itu kepada malaikat, nabi, orang saleh, maupun benda-benda keramat, merupakan bentuk kesyirikan yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Cara Mengamalkan Tauhid dalam Kehidupan Sehari-hari
Mengamalkan tauhid berarti senantiasa memurnikan niat dalam setiap amal perbuatan agar hanya mengharap wajah Allah. Seorang Muslim harus berupaya untuk terus menuntut ilmu syar'i agar dapat membedakan antara tauhid dan syirik, serta antara sunnah dan bid'ah. Selain itu, penting bagi kita untuk selalu berdoa kepada Allah agar ditetapkan di atas jalan tauhid hingga akhir hayat. Salah satu doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an untuk memohon keteguhan hati adalah:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).
QS. Ali Imran: 8
Kesimpulan dan Nasehat
Sebagai penutup, marilah kita senantiasa memperbaharui iman dan tauhid kita dengan terus mempelajari kitab-kitab para ulama yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Janganlah kita merasa cukup dengan ilmu yang ada, melainkan teruslah belajar dan mengamalkannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kita dari segala bentuk kesyirikan dan mewafatkan kita dalam keadaan bertauhid kepada-Nya.
Sumber: Rodja Live
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=kn7hp8LTetk