
Ceramah
30 October 2026Tiga Perkara Yang Membinasakan
Terdapat tiga perkara berbahaya yang dapat membinasakan seorang hamba, yaitu sifat kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub terhadap diri sendiri. Ketiga penyakit hati ini harus diwaspadai karena dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kebinasaan tanpa disadari.
Sebagai seorang Muslim, menjaga kesehatan hati adalah kewajiban yang sama pentingnya dengan memperbaiki penampilan lahiriah. Seringkali kita lalai terhadap kondisi batin kita, padahal di dalam hati terdapat penyakit-penyakit yang jika dibiarkan akan membawa pemiliknya menuju kehancuran. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah memberikan peringatan keras mengenai tiga perkara yang dapat membinasakan seorang hamba.
ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Tsalatsun muhlikat: syuhhun mutha'un, wa hawan muttaba'un, wa i'jabul mar-i binafsihi.
Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan (3) ujub (takjub pada diri sendiri).
HR. Abdur Rozaq 11: 304, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jaami' 3039.
Tamak Lagi Kikir (Syuhhun Mutha'un)
Perkara pertama yang membinasakan adalah sifat kikir yang ditaati. Sifat ini bukan sekadar pelit biasa, melainkan kebakhilan yang disertai dengan ketamakan yang sangat kuat, di mana seseorang menuruti dorongan hatinya untuk menahan harta dan enggan berbagi. Ketika seseorang menaati sifat kikirnya, ia akan menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan harta dan enggan menunaikan hak-hak Allah serta hak sesama manusia. Sifat ini mematikan rasa empati dan menjauhkan seseorang dari keberkahan harta yang ia miliki.
Mengikuti Hawa Nafsu (Hawan Muttaba'un)
Perkara kedua adalah mengikuti hawa nafsu. Hawa nafsu yang dimaksud di sini adalah kecenderungan jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan dan kesenangan duniawi yang melalaikan dari ketaatan kepada Allah. Seseorang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan atau pedoman hidup akan kehilangan arah. Ia akan menolak kebenaran jika tidak sesuai dengan keinginannya dan akan terus terjerumus dalam kemaksiatan karena ia lebih mendahulukan kepuasan pribadi di atas perintah Allah dan Rasul-Nya.
Ujub (I'jabul Mar-i Binafsihi)
Perkara ketiga yang sangat berbahaya adalah ujub, yaitu perasaan takjub atau bangga terhadap diri sendiri. Seseorang yang terkena penyakit ini merasa bahwa kebaikan, ilmu, atau amal ibadah yang ia miliki adalah hasil dari kehebatannya sendiri, sehingga ia lupa bahwa semua itu adalah anugerah dari Allah. Ujub sangat berbahaya karena dapat menghapus nilai amal dan menjadi pintu masuk menuju kesombongan (takabur), yang pada akhirnya akan menjerumuskan pelakunya ke dalam kebinasaan.
Sebagai kesimpulan, ketiga perkara ini adalah penyakit hati yang seringkali tidak disadari oleh pemiliknya. Kita harus senantiasa bermuhasabah, memeriksa kondisi hati kita, dan memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat kikir, hawa nafsu yang menyesatkan, serta rasa ujub yang membinasakan. Janganlah kita hanya sibuk memperbaiki urusan dunia, namun abai terhadap pembersihan hati yang menjadi penentu keselamatan kita di akhirat kelak.
Sumber: Syafiq Riza Basalamah Official
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/shorts/7y3fgrHLrtY