07:51
Sub05:55
Dzu12:55
Ash15:27
Mag17:55
Isy19:39
9j 22m 47d
20:32:13
Di Balik Kehilangan, Tersimpan Kasih Sayang Allah ﷻ | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri #shorts
Ceramah
30 October 2026

Di Balik Kehilangan, Tersimpan Kasih Sayang Allah ﷻ | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri #shorts

Video ini menjelaskan hakikat kalimat istirja' (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un) sebagai bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Di balik setiap kehilangan atau musibah yang menimpa seorang hamba, tersimpan kasih sayang Allah yang mendalam bagi mereka yang bersabar.

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti akan menghadapi berbagai bentuk ujian, mulai dari kehilangan harta, orang yang dicintai, hingga musibah lainnya. Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk menyikapi setiap ketetapan Allah dengan penuh kesabaran dan keimanan. Salah satu bentuk pengamalan iman yang paling agung saat menghadapi musibah adalah dengan mengucapkan kalimat istirja'.

اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.

QS. Al-Baqarah: 156

Memahami Hakikat Kepemilikan Allah

Kalimat istirja' bukan sekadar ucapan lisan saat mendengar kabar duka, melainkan sebuah pernyataan tauhid yang mendalam. Ketika kita mengucapkan 'Inna lillahi', kita sedang menegaskan bahwa diri kita, keluarga kita, harta kita, dan segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita hanyalah hamba yang dititipi amanah oleh-Nya. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, maka ketika Allah mengambil kembali titipan tersebut, seorang mukmin tidak akan berputus asa atau berlebihan dalam kesedihan, karena ia tahu bahwa pemilik aslinya telah mengambil hak-Nya.

Kasih Sayang di Balik Musibah

Bagian kedua dari kalimat tersebut, 'wa inna ilaihi raji'un', mengingatkan kita bahwa tujuan akhir dari perjalanan hidup ini adalah kembali kepada Allah. Ujian yang Allah berikan, termasuk kehilangan, bukanlah tanda Allah tidak sayang. Justru di balik kehilangan tersebut, tersimpan kasih sayang Allah yang sangat besar. Musibah berfungsi sebagai penggugur dosa, sarana untuk mengangkat derajat seorang hamba, serta cara Allah memalingkan hamba-Nya dari fitnah dunia yang melalaikan. Allah menyayangi hamba-Nya dengan ilmu-Nya, sehingga apa yang menurut pandangan manusia sebagai musibah, bisa jadi merupakan kebaikan yang tersembunyi di sisi Allah.

Cara Mengamalkan Istirja'

Untuk mendapatkan keutamaan dari kalimat ini, seorang Muslim hendaknya mengucapkannya dengan menghadirkan hati saat tertimpa musibah, sekecil apa pun musibah tersebut. Selain itu, disunnahkan pula untuk menyertakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar Allah memberikan ganti yang lebih baik.

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي ، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allahumma'jurni fii mushibatii wa akhlif lii khairan minhaa

Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantikanlah bagiku dengan yang lebih baik darinya.

HR. Muslim

Sebagai penutup, marilah kita senantiasa melatih diri untuk menjadi pribadi yang sabar. Ingatlah bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah yang luar biasa. Dengan mengucapkan kalimat istirja' dan memohon ganti yang lebih baik kepada Allah, kita akan mendapatkan ketenangan hati, keberkahan, serta rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu ridha terhadap segala ketentuan-Nya.

ﷲ
CintaIslam.com

Portal Dakwah — Menyebarkan ilmu yang bermanfaat berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih.

Kontak

Email: info@cintaislam.com
WhatsApp: +62 812-1712-3388

© 2026 CintaIslam.com