
Ceramah
30 October 2026Sumber Kerusakan di Muka Bumi - Ustadz Hanan Yasir, M.A.
Video ini menjelaskan bahwa sumber utama kerusakan di muka bumi bukanlah sekadar kerusakan fisik, melainkan perbuatan syirik dan maksiat kepada Allah. Umat Islam diperintahkan untuk menjaga bumi dengan ketaatan dan senantiasa berdoa kepada Allah dengan rasa takut serta penuh harap.
Hakikat Kerusakan di Muka Bumi
Banyak manusia saat ini menilai kerusakan di muka bumi hanya dari sisi lahiriah atau fisik yang kasat mata, seperti bencana alam, polusi, atau kerusakan lingkungan. Padahal, kerusakan yang paling besar dan fatal akibatnya adalah kerusakan maknawi, yaitu perbuatan syirik dan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bumi ini pada asalnya telah diciptakan oleh Allah dalam keadaan baik dan seimbang, namun perbuatan dosa manusialah yang mengundang kerusakan tersebut.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Wa laa tufsiduu fil ardhi ba'da ishlahihaa wad'uuhu khaufan wa thama'an inna rahmatallahi qariibun minal muhsiniin
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, setelah (Allah) memperbaikinya; dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
QS. Al-A'raf: 56
Syirik dan Maksiat sebagai Sumber Kerusakan
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa larangan berbuat kerusakan dalam ayat di atas mencakup larangan melakukan kesyirikan dan kemaksiatan. Bumi dan langit menjadi baik karena ketaatan kepada Allah. Sebaliknya, ketika manusia bermaksiat, maka ia telah melakukan perusakan yang hakiki. Kesyirikan adalah bentuk kerusakan yang paling besar di sisi Allah, karena ia menyimpangkan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya. Segala bentuk ajakan kepada selain petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam juga termasuk dalam kategori perusakan di muka bumi.
Cara Mengatasi Kerusakan
Satu-satunya cara untuk memperbaiki kerusakan di muka bumi adalah dengan kembali kepada jalan Allah. Hal ini dimulai dengan bertaubat secara nasuha (taubat yang sungguh-sungguh) dari segala bentuk kemaksiatan. Kita harus menyadari bahwa perbuatan maksiat merusak akhlak, amal, dan keberkahan rezeki. Selain itu, kita diperintahkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah dengan rasa takut akan azab-Nya dan penuh harap akan rahmat-Nya. Dengan menjadi orang yang berbuat kebaikan (muhsinin), kita akan mendapatkan rahmat Allah yang sangat dekat, yang menjadi kunci perbaikan bagi kehidupan di dunia dan akhirat.
Sebagai kesimpulan, marilah kita memperbaiki diri dengan menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan. Janganlah kita tertipu dengan anggapan bahwa kerusakan hanya bersifat fisik, karena kerusakan hati dan akidah jauh lebih berbahaya. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang menjaga bumi dengan ketaatan dan senantiasa berbuat kebaikan.
Sumber: Surabaya Mengaji
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=wooLMylniLI