
Ceramah
30 October 2026Kajian Ilmiah - Wasiat Nabi Muhammad ﷺ : Tiga Kalimat Singkat | Ustadz Mubarak Bamualim
Video ini membahas tiga wasiat singkat namun padat dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kepada seorang sahabat yang meminta nasihat. Wasiat tersebut mencakup tata cara shalat, menjaga lisan, dan sikap qana'ah terhadap harta orang lain.
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits yang agung, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan wasiat yang sangat berharga bagi umatnya. Hadits ini bersumber dari sahabat Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, di mana seseorang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan meminta nasihat yang ringkas namun mencakup banyak kebaikan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian memberikan tiga wasiat utama yang menjadi pedoman hidup seorang mukmin. Berikut adalah teks hadits tersebut: ARAB: إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ وَلَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ وَأَجْمِعْ الْيَأْسَ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ LATIN: Idza qumta fii shalatika fashalli shalata muwaddi'in, wala takallam bikalamin ta'tadziru minhu, wa ajmi'il ya'sa 'amma fii aydin-naas. ARTI: Jika engkau berdiri dalam shalatmu, maka shalatlah seperti shalatnya orang yang hendak berpisah (shalat terakhir), janganlah engkau mengucapkan perkataan yang nantinya engkau harus meminta maaf karenanya, dan bulatkanlah keputusasaan (tidak berharap) terhadap apa yang ada di tangan orang lain. SUMBER: HR. Ahmad no. 23498, Ibnu Majah no. 4171. ## Shalat Seperti Orang yang Hendak Berpisah Wasiat pertama adalah tentang kualitas shalat. Shalat layaknya orang yang hendak berpisah (shalat muwaddi') berarti seseorang harus shalat dengan penuh kekhusyukan, seolah-olah itu adalah shalat terakhirnya di dunia sebelum ia meninggal. Dengan kesadaran bahwa ajal bisa datang kapan saja, seseorang akan berusaha menyempurnakan rukun, syarat, dan tuma'ninah dalam shalatnya, serta menghadirkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Ta'ala. ## Menjaga Lisan dari Perkataan yang Menyesal Wasiat kedua adalah peringatan keras untuk menjaga lisan. Seorang mukmin diperintahkan untuk tidak mengucapkan kalimat yang akan membuatnya menyesal atau harus meminta maaf di kemudian hari. Hal ini mencakup ghibah, namimah, dusta, atau perkataan kasar yang menyakiti orang lain. Menjaga lisan adalah tanda kesempurnaan iman, karena setiap kata yang terucap akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. ## Memiliki Sifat Qana'ah Wasiat ketiga adalah membulatkan keputusasaan terhadap apa yang dimiliki orang lain. Ini adalah hakikat dari sifat qana'ah, yaitu merasa cukup dengan apa yang Allah berikan dan tidak menggantungkan hati atau berharap pada harta milik orang lain. Sifat ini akan menjaga kehormatan diri, menghilangkan rasa iri dan dengki, serta mendatangkan ketenangan jiwa yang luar biasa. Sebagai kesimpulan, tiga wasiat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ini merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan memperbaiki shalat, menjaga lisan, dan menanamkan sifat qana'ah, seorang muslim akan meraih kehidupan yang berkah dan terjaga dari kehinaan. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk dapat mengamalkan wasiat mulia ini dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: khalid basalamah
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=IjetHSSyVps