
Ceramah
30 October 2026JANGAN TURUNKAN STANDAR PASANGAN SETELAH BERSAMAMU - KHALID BASALAMAH
Dalam membina rumah tangga, suami dan istri hendaknya saling mendukung dalam kebaikan dan tidak menuntut pasangan untuk menurunkan standar kebaikan yang telah dimilikinya. Kelebihan pasangan harus dijadikan motivasi untuk memperbaiki diri, sementara kekurangan disikapi dengan nasihat yang baik sesuai tuntunan syariat.
Dalam kehidupan berumah tangga, setiap pasangan suami istri memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai seorang Muslim yang mendambakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, penting bagi kita untuk memahami bahwa pasangan adalah mitra dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Janganlah kita menuntut pasangan untuk menurunkan standar kebaikan yang sudah mereka miliki, seperti kebiasaan menjaga kebersihan, kedewasaan dalam bersikap, atau kerajinan dalam beribadah. Sebaliknya, jadikanlah kelebihan tersebut sebagai motivasi bagi diri sendiri untuk ikut memperbaiki diri dan bertumbuh dalam ketaatan.
Saling Tolong-Menolong dalam Kebaikan
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan umat-Nya untuk senantiasa bekerja sama dalam hal-hal yang mendatangkan rida-Nya. Rumah tangga adalah ladang amal di mana suami dan istri harus saling bahu-membahu dalam kebaikan dan ketakwaan.
ููุชูุนูุงูููููุง ุนูููู ุงููุจูุฑูู ููุงูุชููููููููฐ
Wa ta'awanu 'alal birri wat taqwa
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.
QS. Al-Maโidah: 2
Ayat ini menjadi landasan utama bagi suami istri untuk saling mendukung. Jika pasangan memiliki kebiasaan baik, dukunglah ia agar terus istiqamah. Jika pasangan memiliki kekurangan, maka kewajiban kita adalah menasihatinya dengan cara yang ma'ruf, penuh kesabaran, dan kasih sayang, bukan dengan menjatuhkan atau memintanya menjadi lebih buruk.
Menjadi Pasangan Terbaik
Ukuran kebaikan seseorang di mata Allah dan Rasul-Nya adalah bagaimana ia memperlakukan keluarganya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ุฎูููุฑูููู ู ุฎูููุฑูููู ู ููุฃูููููููุ ููุฃูููุง ุฎูููุฑูููู ู ููุฃูููููู
Khairukum khairukum li-ahlihi, wa ana khairukum li-ahli
Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.
HR. At-Tirmidzi: 3895, shahih
Hadits ini mengajarkan bahwa kebaikan yang kita tunjukkan kepada orang lain di luar rumah tidak akan sempurna nilainya jika kita tidak berbuat baik kepada pasangan dan keluarga di rumah. Menjadi pasangan yang baik berarti menghargai kelebihan pasangan dan bersabar atas kekurangannya. Belajarlah dari kebaikan pasangan, dan jadikanlah rumah tangga sebagai tempat untuk saling memperbaiki diri.
Sebagai penutup, marilah kita jadikan rumah tangga kita sebagai sarana untuk meraih rida Allah. Janganlah kita menuntut pasangan untuk berubah menjadi lebih buruk, melainkan doronglah mereka untuk terus berada di atas jalan ketaatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing keluarga kita agar menjadi penyejuk hati dan tempat untuk bertumbuh dalam iman serta amal saleh. Allฤhu Taโฤlฤ aโlam bishawฤb.
Sumber: khalid basalamah
Baca selengkapnya: https://www.youtube.com/shorts/xAwwN1D5hNk